ANDAIKAN PELAKSANA PEMILU TIDAK CURANG

 

Oleh Ibnu Aqil D. Ghani

Andaikan Pelaksana Pemilu tidak curang, niscaya pemilu ini akan menyenangkan. Anak bangsa tersenyum bahagia. Mereka datang ke TPS seperti pergi pesta, anak gadis datang dengan bersolek ria, sekali-kali foto selfi bareng keluarga dan teman-teman bermain.

Andaikan pemilu tidak curang, seluruh proses pendataan calon pemilih berjalan aman, sederhana apa adanya. Data penduduk ada di kantor, lurah dan desa. Tak kan ada yang tak terdaftar, tak ada pula yang terdaftar di banyak TPS, apa lagi daftar pemilih siluman yang konon 17 juta orang. Petugas senang masyarakat pun gembira.

Andaikan pemilu tidak curang, hari mencoblos adalah hari yang menyenangkan. Pemilih datang dan antrian, selesai lalu masa penghitungan. Tak ada pemaksaan, tak ada oknum yang mencoblos duluan, tak ada yang berbuat aneh.

Penghitungan suara dimulai, cukup sampai jam 05 sore, dututup, kotak suara disimpan di uang terkunci, besok jam 08 pagi dilanjutkan lagi, sampai jam 05 sore dihentikan. Tak perlu kerja sampai malam. Dan kotak suara pun disimpan dalam ruang terkunci. Tak ada yang curang, tak ada yang membobol kotak suara. Semua saksi, petugas TPS senang bahkan saling bercengkerama. Tak ada yang kelelahan, apa lagi meninggal.

Demikianlah, sampai perhitungan suara akhir di KPU Pusat semua berjalan baik, jujur, tak ada yang curang. Satu suara pun tak ada yang berlebih, tak ada juga suara yang hilang. Selama proses penghitungan yang terlihat adalah kejujuran dan kejujuran.

Maka tibalah saatnya Ketua KPU menyampaikan hasil perhitungan suara rakyat. Jika misalnya passngan calon Prabowo Sandi pemenangnya; “Saudaraku, untuk Presiden dan Wakil presiden RI 2019-2024 adalah Bapak Prabowo Subianto dan Sandiaga Unu, karena beliaulah pemenangnya, lebih 65% rakyat memilihnya.

Lalu, Pak Jokowi dan Makruf Amin datang menemui Pak Prabowo Sandi untuk memberikan ucapan selamat. “Selamat pak Prabowo dan Pak Sandi, bapak berdua ini telah diberi amanah oleh rakyat, saya — Jokowi dan Kiyai Makruf Amin — akan membantu dengan tulus ikhlas demi untuk kemajuan bangsa”.

Saat yang sama, pak Probowo – Sandi juga membalas; Terima kasih juga buat Pak Jokowi dan Kiyai Makruf Amin atas kejujuran dan keikhlasan Bapak berdua. Tetima kasih, pada seluruh rakyat”.

Ternyata Pemilu Jujur itu sederhana. Kecuranganlah yang membuat kita tersiksa. Itu dalam pikiran saya, berhusnuzzhan. Sayang, saya tak menemukan kejujuran itu, yang saya temukan adalah KECURANGAN, kecurangan!.

Disclaimer : Setiap opini di media ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.