KETIKA SRI LANKA BERDUKA ISIS KLAIM PENGEBOMAN PASKAH

Ketika jumlah korban tewas akibat pengeboman Paskah di Sri Lanka naik menjadi 321 pada hari Selasa, (23/04) kelompok ISIS itu mengaku bertanggung jawab dan merilis gambar-gambar yang menunjukkan para pelaku bom, sementara Perdana Menteri negara itu memperingatkan bahwa beberapa tersangka bersenjatakan bahan peledak masih buron.

Pejabat tinggi pemerintah lainnya mengatakan bahwa bom bunuh diri di gereja-gereja, hotel-hotel dan situs-situs lain dilakukan oleh kaum fundamentalis Islam sebagai pembalasan nyata atas pembantaian di masjid Selandia Baru bulan lalu yang dilakukan oleh seorang supremasi kulit putih, seperti yang dikutip dari Associated Press.

Kelompok ISIS, yang telah kehilangan semua wilayah yang pernah dipegangnya di Irak dan Suriah, telah mengklaim bertanggung jawab. Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe mengatakan bahwa penyelidik masih menentukan sejauh mana hubungan para pengebom itu.

Pihak berwenang Sri Lanka telah menuding kelompok ekstrimis Islam yang kurang dikenal dinegara tersebut atas serangan terhadap Jamaah Towheed Nasional. Pemimpin kelompok ektrimis Islam itu secara bergantian dikenal sebagai Mohammed Zahran atau Zahran Hashmi, dikenal tiga tahun lalu karena pidatonya yang menyala-nyala secara daring.

Kantor berita Aamaq dari kelompok ISIS merilis sebuah gambar yang dimaksudkan untuk menunjukkan pemimpin para pengebom, berdiri di tengah tujuh orang lainnya yang wajahnya ditutupi. Mereka tidak memberikan bukti lain untuk klaimnya, dan identitas mereka yang digambarkan dalam gambar tidak meyakinkan secara independen.

Mengutip dari Associated Press, dalam pidatonya di Parlemen, Ruwan Wijewardene, menteri pertahanan negara, mengatakan “kelemahan” dalam aparat keamanan Sri Lanka menyebabkan kegagalan untuk mencegah sembilan pengeboman.

“Unit intelijen sebenarnya mengetahui serangan ini dan sekelompok orang yang bertanggung jawab telah diberitahu tentang serangan yang akan datang,” kata Wijewardene. “Namun, informasi ini telah diedarkan hanya diantara beberapa pejabat.”(Icha)