INDONESIA DIHATI DUNIA

oleh : Andi Naja FP Paraga

Ka’bah atau Baitullah itu sesungguhnya adalah hati dunia yang dibangun berabad-abad yang silam oleh Bapaknya Tauhid Nabi Allah Ibrahim Alaihissalam.

Bangunan Kotak yang sederhana itu sesungguhnya menjadi Pusat Jiwa pengesaan Tuhan. Agama Yahudi, Nasrani, Islam, dan agama apapun ketika masih menjunjung ketunggalan Allah sebagaimana Ibrahim Alaihissalam, kiblat dari spritualitasnya adalah KA’BAH.

Seluruh keyakinan putra-putra Ibrahim AS tersemat kental pada bangunan yang secara spritualitas bersambung hingga Baitul Makmur dilangit lalu membias ke Baitul Maqdis, bangunan agung yang berada di Israel-Palestina yang dibangun cucu Nabi Ibrahim As bernama Nabi Sulaiman, putra Nabi Daud Alaihissalam.

Dihati dunia itulah sang amir nusantara Presiden Republik Indonesia Ir H Joko Widodo bersama Ibu Negara Hj Iriana Joko Widodo di Undang oleh Khadamul Haramaian untuk beribadah sejenak. Tidak banyak Tokoh Dunia yang diundang untuk menikmati nuansa terdalam Baitullah sejak dahulu kala hingga saat ini baik di Musim Haji apalagi diluar Musim Haji dan Presiden Indonesia satu dari sedikit tokoh dunia yang mendapatkan kesempatan betada dihati bumi yang Mubarak itu. Penghormatan besar ini tentu saja terjadi berdasarkan berbagai pertimbangan, diantaranya Indonesia adalah negara dengan penduduk Muslim terbesar didunia, pemberi kontribusi terbesar dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umroh sedunia.

Kebanggaan dunia pada Indonesia dari aspek spritualitas dikagumi dunia dari belahan dunia manapun dengan melihat kuantitas jamaah haji Indonesia yang kian bertambah setiap tahun.

Tetapi agenda Besar Indonesia sesungguhnya bagaimana di hati bumi itu memulai kembali tekad menebarkan semangat Islam Rahmatan Lil Alamin dimulai dari Saudi Arabia. Ketertarikan pemerintah Arab Saudi dengan Ke-islaman Indonesia harus dimanfaatkan sebesar-besarnya agar timur tengah segera mengubur dalam-dalam ajaran Wahabi yang menjadi duri dalam daging umat Islam.

Ajaran Wahabi sesungguhnya ajaran konspiratif yang disusun oleh Abdul Wahab bersama koloni Eropa dengan tujuan besar memecahkan persatuan negara-negara Islam yang terbangun begitu hebat Justru ketika memasuki Abad 18 dan 19 Masehi.

Agenda Indonesia bagaimana dari Ka’bah kita menggaungkan Islam Rahmatan Lil Alamin yang dicontohkan di Indonesia sejak berabad-abad hingga saat ini.

Peran Indonesia harus semakin nyata memberi solusi bagi perdamaian Palestina-Israel, Yaman-Arab Saudi sehingga perang panjang itu segera berakhir. Peran Indonesia mengembalikan kedamaian Bangsa Arab dan Bangsa Kurdi yang sejak lama diadu domba dan saling bunuh membunuh satu sama lain.

Indonesia harus mampu menginspirasi perdamaian penyelesaian konflik dikawasan seperti konflik India-Pakistan, konflik pemeluk Islam di Thailand dengan negara Thailand. Kekuatan besar Indonesia ini sebagai penganut Islam mayoritas, sekaligus berhasil mempertahankan Islam Rahmatan lil Alamin di Nusantara. Indonesia mampu menunjukkan kemampuannya menghadapi kelompok teroris, separatis bahkan bisa menghadapi gelombang aksi demonstrasi besar berjilid-jilid diakhir 2017 hingga beberapa peristiwa yang sama pada tahun 2018.

Kepercayaan dunia Islam kepada Indonesia harus dilihat sebagai tantangan dan kerja keras mewujudkan perdamaian Dunia. Ditunjuknya Presiden Joko Widodo menjadi pembicara dalam Sidang Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa haruslah menjadi kesempatan untuk menegaskan bahwa INDONESIA dan umat Islam di dunia bukanlah ancaman bagi kehidupan antar bangsa antar kawasan. Islam bukanlah ancaman bagi negara-negara besar, negara-negara berkembang atau negara-negara terbelakang, melainkan Islam merupakan pilar substantif untuk memberi kontribusi kemajuan semua bangsa bahkan semua kawasan. Islam bukanlah TERORISME sebagaimana dikampanyekan oleh pihak tertentu yang memperoleh keuntungan dari terjadinya konflik akibat slogan-slogan yang mereka bangun.

Dari Ka’bah, Indonesia menyampaikan pesan kepada dunia bahwa Islam merawat perbedaan dan menjadi kesatuan dan persatuan.

Selamat untuk Presiden RI Ir H Joko Widodo dan Ibu Negara Hj Iriana Joko Widodo yang telah selesai menyelenggarakan ibadah umroh dan semoga perjalanan dan pengalaman beliau di Haramaian menginsirasi bangsa ini untuk meng-Ka’bah-kan hati dan jiwanya demi INDONESIA yang lebih baik, lebih maju dan lebih Sejahtera.