POTENSI SENGKETA PEMILU 2019

Oleh : Titi Anggraini

Ada potensi jumlah perkara sengketa Pemilu 2019 bakal meningkat ketimbang perkara sengketa Pemilu 2019 yang berjumlah sekitar 900-an perkara. Hal ini disebabkan kerumitan dan kompleksitas sistem pemilu saat ini dan ada sekitar 300 ribuan caleg dan dua paslon capres-cawapres yang berkontestasi.

Namun, MK sudah cukup siap menyelesaikan sengketa Pemilu 2019. Mulai dari sisi regulasi, pelatihan dan pembekalan yang sudah dilakukan, infrastruktur, hingga kesiapan SDM. Apalagi, penanganan sidang sengketa pemilu bukanlah pertama kali bagi MK.

Dengan sistem pemilu, pilpres dan pileg dilakukan bersamaan dengan lima surat suara yang lebih kompleks dan 300 ribuan caleg kemungkinan banyak diantara mereka akan mengajukan perselisihan hasil suara. Jadi, MK harus mengantisipasi kompleksitas pemilu serentak ini dan harus konsisten menerapkan agenda dan jadwal sengketa Pemilunya.

Pentingnya peningkatan integritas personil MK mengingat peristiwa sengketa pilkada yang lalu ada upaya bertindak curang. Tentu, hal ini seharusnya menjadi pelajaran bagi MK agar tidak terulang ulang. MK harus punya skema akuntabilitas, integritas personil dan kelembagaan agar tidak terjadi lagi pencurian berkas permohonan, suap.

Karena itu, MK sebagai garda terdepan penjaga keadilan pemilu dengan pengalamannya harus transparan, akuntabel, dan mempu menjadi penetralisir ketegangan, pertanyaan yang tidak bersayap, dan ketokan palunya dapat mengendalikan dan meredakan segala ketegangan. Demi keutuhan bangsa, diharapkan semua pihak dapat menerima hasil keputusan MK.

*) Direktur Perkumpulan Pemilu Untuk Demokrasi-Perludem